Biar Kunamai, Rindu
Biar Kunamai, Rindu (13/07/17)
Seperti biasa,
Malam harus mengalah kepadanya
Larut sudah namun ia tetap terjaga
Tangannya masih saja meraba ragu
Entah sudah berapa kali ia menguap
Mengusap kedua bola mata yang
beberapa kali mengatup
Tak juga ia sadar,
Rupanya diam bukan selalu berarti aman
Hatinya gusar,
Menunggu kabar
Entah siapa yang ditunggu
Jari-jemarinya mulai menekan ragu
Antara ragu dan tidak mau
Kali ini cangkirnya ia biarkan penuh
Terlanjur abai tak ia sentuh
Kafeinnya terlalu rendah
Untuk membuatnya bermimpi indah
Dan hangatnya terlalu dingin
Untuk membuatnya ingin
Kali ini semua rasa seakan teraduk
dalam satu cangkir kopi
Membiarkan semua terkulum dalam
sekali minum
Ah berantakkan sudah
Entah semua terkesan tak lagi mudah
Ketika rindu dibalas dengan “aku juga rindu”
Bukan lagi bertemu.
.png)







0 komentar: