Apa kabar dia?
"Apakabar dia?"Tanya Caca, sahabatku, seolah menggoda.
"Baik..."
"Darimana kau tahu? Kau pasti masih menghubunginya ya... Mengaku saja lah hihihi"
Memang sahbatku yang satu ini terlewat sok tahu. Apalagi setelah terkena demam Dilan, semakin menjadi-jadilah dia, hihihi.
"Tidak, Caca..."
"Sudahlah ayo mengaku... Sebelum...."
Hampir saja semua mata tertoleh padaku dan Caca, untung segera ku injak kakinya dari kolong meja.
"Sebelum apa??? Kau mau melihat sendiri... Kalau memang tidak ada ya tidak ada Caaaa' "
Kataku sambil memanjangankan namanya hingga terdengar seperti 'cak' hahah iya 'kang becak'. Dia selalu sebal kalau aku memanggilnya seperti itu. Hahaha biarkan saja...
"Lalu kenapa kau yakin sekali kalau dia baik-baik saja?"
Caca caca.... Sudah sok tahu, kepo lagi. Untung dia masih sahabatku. Tidak tahu nanti sore. hahaha, ca, sepertinya aku tertular demam Dilanmu sekarang.
Aku diam saja, tersenyum. Sebelum kudengar lagi pertanyaan Caca yang berapi-api seperti mercon malam Lebaran.
"Ayo... Jawab... Kau pasti suka menghubunginya, melihat timline nya, mengintip akun pacar barunyaaa... Ya kan, ya kan..."
Ingin sekali kukuncrit bibir sahabatku ini...
"Jelas aku yakin Ca.. Dia baik-baik saja karena dia tidak sedang menghubungiku."
Hahaha sekarang ganti Caca yang melongo, mulutnya terbuka membentuk huruf 'A' tanda tak mengerti kata-kataku.
"Susah ya ngomong sama kamu. Kalau dia baik-baik dia tidak akan menghubungiku, Ca. Lain kalau dia sedang berantakan. Aku orang pertama yang dia cari."
Tandasku mantap, sambil mencari nafasku yang tiba-tiba hilang di akhir kalimat.
.png)







0 komentar: